Keragaman
budaya atau “cultural diversity” adalah keniscayaan yang ada di bumi Indonesia
sebagai Negara yang memiliki banyak pulau. Keragaman budaya di Indonesia adalah
sesuatu yang tidak dapat di pungkiri keberagamanya. Dalam konteks pemahaman
masyarakat majemuk selain kebudayaan kelompok sukubangsa, masyarakat Indonesia
juga terdiri dari berbagai kebudyaan daerah bersifat kewilayahan yang merupakan
pertemuan dari berbagai kebudayaan kelompok suku bangsa yang ada di daerah
tersebut. Dengan jumlah penduduk 200juta orang dimana mereka tinggal tersebar
di berbagai pulau di Indonesia. Mereka juga mendiami wilayah dengan kondisi
geografis di Indonesia yang bervariasi. Mulai dari pergunungan, tepian hutan,
pesisir, dataran rendah, dataran tingggi, perdesaan, hingga perkotaan. Hal ini
yang berkaitan dengan tingkat beradaban kelompok-kelompok suku bangsa dan
masyarakat di Indonesia. Pertemuan-pertemuan dengan kebudayaan luar juga
mempengaruhi proses asimilasi kebudayaan yang ada di Indonesia sehingga
menanmbah ragamnya jenis kebudayaan di Indonesia.
Kata
kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah yang merupakan bentuk
jamak dari buddhi yang berarti budi atau akal. Dengan demikian kebudayaan di artikan sebagai hal hal yang
bersankutan dengan budi dan akal. Kata kebudayaan dalam bahasa inggris
diterjemhkan dengan istilah culture. Dalam
bahasa Belanda di sebut cultuur. Kedua
bahasa ini di ambil dari bahasa latin colore
yg berarti mengolah, mengerjakan, menyuburkan, dan mengembangkan tanah.
Dengan
demikian culture atau cultuur diartikan sebagai segala
kegiatan manusiauntuk mengolah dan mengubah alam.
UNSUR-UNSUR
KEBUDAYAAN
Clyde
Kluckhohn menyebutkan terdapat 7 unsur
kebudayaan, yakni sebagai berikut:
1. Peralatan dan perlengkapan hidup manusia (pakaian,
perumahan, alat-alat rumah tangga, senjata, alat-alat produksi, transportasi,
dan sebagainya)
2. Mata pencaharian hidup dan sistem-sistem ekonomi(pertanian,
perternakan, sistem produksi, sistem distribusi, dan sebagainya)
3. Sistem kemasyarakatan
(sistem kekerabatan, organisasi politik, sistem hokum, sistem perkawinan, dan
seterusnya)
4. Bahasa (lisan maupun tertulis)
5. Kesenian (seni rupa, seni suara, seni gerak dan seebagainya)
6.
Sistem pengetahuan
7. Sistem kepercayaan (religi)
FAKTOR
PENYEBAB KEBERAGAMAN BUDAYA
Masyarakat
Indonesia terdiri dari ratusan suku bangsa yang tersebardi lebih dari 13 ribu
pulau. Setiap suku bangsa memiliki identitas social, politik, dan budaya yang
berbeda-beda, seperti bahasa, adat istiadat serta tradisi, sistem kepercayaan
dan sebagainya. Dangan idaentitas yang berbeda beda ini, kita dapat mengatakan
bahwa Indonesia memiliki kebudayaan local yang sangat beragam.
Ada beberapa faktor
antara lain :
1. Keberagaman suku bangsa
2. Keberagaman bahasa dan dialek
3. Keberagaman agama
4. Keberagaman seni dan budaya
5. Faktor Pembentukan budaya
6. Faktor Perubahan budaya
1. Keberagaman suku bangsa
2. Keberagaman bahasa dan dialek
3. Keberagaman agama
4. Keberagaman seni dan budaya
5. Faktor Pembentukan budaya
6. Faktor Perubahan budaya
CONTOH-CONTOH
BUDAYA LOKAL
1.
Budaya
masyarakat sunda dikenal dengan budaya yang sangat menjujung tinggi sopan santun.
Pada umumnya karakter masyarakat sunda,
ramah tamah (someah), murah senyum, lemah lembut, dan sangat menghormati orangtua. Itulah cermin budaya dan kultur masyarakat sunda. Di dalam bahasa Sunda diajarkan bagaimana
menggunakan bahasa halus untuk orang tua.
- Sisingaan - Wayang golek - Jaipongan
- Tarian
Ketuk Tilu - Rampak - Kendang
2.
Budaya masyarakat jawa Orang
Jawa terkenal dengan budaya seninya yang terutama dipengaruhi oleh agama
Hindu-Buddha,
3. Budaya masyarakat batak Sebelum suku Batak Toba menganut agama Kristen Protestan, mereka mempunyai sistem
kepercayaan dan religi tentang Mulajadi
Nabolon yang memiliki
kekuasaan di atas langit dan pancaran kekuasaan-Nya terwujud dalam Debata
Natolu. Menyangkut jiwa
dan roh, suku Batak Toba mengenal tiga konsep, yaitu:
o Tondi : adalah jiwa
atau roh seseorang yang merupakan kekuatan, oleh karena itu tondi memberi nyawa
kepada manusia. Tondi di dapat sejak seseorang di dalam kandungan.Bila tondi
meninggalkan badan seseorang, maka orang tersebut akan sakit atau meninggal,
maka diadakan upacara mangalap (menjemput) tondi dari sombaon yang menawannya.
o Sahala : adalah jiwa
atau roh kekuatan yang dimiliki seseorang. Semua orang memiliki tondi, tetapi
tidak semua orang memiliki sahala. Sahala sama dengan sumanta, tuah atau
kesaktian yang dimiliki para raja atau hula-hula.
o Begu : adalah
tondi orang telah meninggal, yang tingkah lakunya sama dengan tingkah laku
manusia, hanya muncul pada waktu malam.
Tidak semua Negara memiliki
keberagaman budaya seperti yang dimiliki Indonesia. Dengan demikian keberagaman
budaya memberikan manfaat bagi bangsa kita.
-
Dalam bidang bahasa, kebudayaan
daerah yang berwujud dalam bahasa daerah dapat memperkaya perbendaharaan
istilah dalam bahasa Indonesia.
-
Dalam bidang pariwisata, keberagaman
budaya dapat di jadikan objek dan tujuan
pariwisata di indonesia yang bisa mendatangkan devisa.
-
Pemikiran yang timbul dari sumber
daya manusia masing-masing daerah dapat pula di jadikan acuan bagi pembangunan
nasional.
MASALAH AKIBAT KEBERAGAMAN BUDAYA
Selain membawa manfaat, keberagaman
budaya pun memiliki dampak negative. Mengatur dan mengurus sejumlah orang yang
sama cirri-ciri, kehendak dan adat istiadatnya tetunya lebih mudah daripada
mengurus sejumlah orang yang semuanya bebedabeda mengenai hal hal terrsebut.
Potensi terpendam untuk terrjadinya
konflik karena ketegangan antar suku bangsa dan golongan tidak bisa di abaikan
begitu saja.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar